Sabtu, 31 Desember 2011

Analisa dengan Hyperchem (Pemodelan Molekul Organik)



Dr. Harno Dwi Prnowo, M.Si.
Pusat Kimia Komputasi Indonesia Austria, FMIPA UGM Yogyakarta



Pemodelan molekul etana/butana dan konformasinya.
1.         Masuk ke program Hyperchem.
2.         Menampilkan tabel periodik dari menu Build - Default Elemen.
3.         Menggambar molekul etana/butana, kemudian di-model build pada menu Build.
4.         Konformasi yang berbeda dari etana/butana diperoleh dengan memvariasi sudut torsi antara empat atom, dilakukan dengan men-set torsi empat atom yang sudah dipilih. Memasukkan sudut (1200) pada set torsion dalam menu ­Edit dan constrain torsion pada menu Build.
5.         Hasil variasi sudut torsi akan memberikan struktur dengan simetri yang berbeda. Untuk etana diperoleh dua struktur yaitu struktur stagger (bersilang) dan struktur eklips. Untuk butana diperoleh empat struktur yaitu struktur anti, struktur gauss, struktur eklips dan struktur metil eklips
1.         Masing-masing struktur disimpan sebagai file.hin sendiri, untuk dilakukan kalkulasi energi sistem.
2.         Kalkulasi dilakukan dengan metode ab initio, pilih pada menu Setup dengan basis set 6-31G*.
3.         Dihitung energinya dengan kalkulasi single point pada menu Compute, untuk optimasi geometri dikalkulasi dengan Geometry Optimization sampai diperoleh konvergensinya.
4.         Start log pada menu File dan disimpan sebagai file.log, kemudian dilakukan kalkulasi single point, setelah konvergensi diperoleh di-stop log.
5.         Membuka file.log untuk melihat energi hasil perhitungan dan dibandingkan untuk masing-masing struktur
Catatan : Pemodelan molekul dan konformasinya ini dapat diterapkan juga pada cis-trans sikloheksana dari konromasi kursi sampai konformasi perahu. 
Penentuan struktur ortho, meta atau para pada bensen tersubstitusi (Phenol)
1.         Masuk program Hyperchem.
2.       Lakukan substitusi elektrofilik (CH3+, NO2+, SO3H+) pada posisi ortho, meta dan para. Masing-masing struktur hasil substitusi disimpan sebagai file.hin tersendiri.
3.       Lakukan perhitungan menggunakan metode ab initio dengan basis set 6-31G**, baik menggunakan single point atau optimasi geometri.
              4.    Hasil perhitungan disimpan dalam file.log untuk mengetahui energi, transfer       muatan, dan muatan atom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar